Perikanan

Pembenihan Ikan Tawes

10-15 min 09 Apr 2026

PEMBENIHAN IKAN TAWES
(Puntius Javanic

PEMBENIHAN IKAN TAWES

(Puntius Javanicus. Blkr)

PENDAHULUAN

Penyediaan benih yang bermutu dalam jumlah cukup dan kontinyu merupakan faktor penting dalam upaya pengembangan budidaya ikan konsumsi.

Usaha pembenihan banyak dilakukan di Kabupaten Magelang, seperti di Desa Paremono Kecamatan Mungkid oleh karena didukung ketersediaan air cukup baik musim kemarau maupun penghujan. Disamping itu usaha pembenihan dirasa lebih rnenguntungkan karena waktu yang digunakan relatif singkat kurang lebih 3 minggu - 1 bulan, serta pemasarannya pun mudah.

Pembenihan ikan tawes ada beberapa cara yaitu pembenihan ikan di kolam, pembenihan di sawah dan pembenihan di hapa. Pengalaman Pembenihan Ikan Tawes di kolam yang dilakukan oleh MARZANI KTNA Paremono Mungkid ternyata cukup menggembirakan.

1) Untuk mendapatkan benih yang berkualitas dan jumlah yang banyak dalam

pembenihan Tawes perlu dipilih induk yang baik dengan ciri-ciri :

a. Letak lubang dubur terletak relatif lebih dekat ke pangkal ekor b. Kepala relatif lebih kecil dan meruncing c. Sisik-sisiknya besar dan teratur d. Pangkal ekor lebar dan kokoh

2) Pada umumnya ikan tawes jantan mulai dipijahkan pada umur kurang lebih 1

tahun, dan induk tawes betina pada umur kurang lebih 1,5 tahun. Untuk mengetahui bahwa induk ikan tawes telah matang kelamin dan siap untuk dipijahkan dengan tanda-tanda sebagai berikut :

a. Induk betina - Perutnya mengembang kearah genetal (pelepasan) bila diraba lebih lembek - Lubang dubur berwarna agak kemerah-merahan - Tutup insang bila diraba lebih licin - Bila perut diurut dari arah kepala ke anus akan keluar cairan kehitam- hitaman.

b. lnduk jantan - Bila perut diurut dari arah kepala ke anus akan keluar cairan berwarna keputih-putihan (sperma) - Tutup insang bila diraba terasa kasar

1) Kolam pemijahan ikan tawes sekaligus merupakan kolam penetasan dan

kolam pendederan. Sebelum dipergunakan untuk pemijahan, kolam dikeringkan.

2) Perbaikan pematang dan dasar kolam dibuat saluran memanjang

(caren/kamalir) dari pemasukan air kearah pengeluaran air dengan lebar 40 cm dan dalamnya 20-30 cm.

1) Induk ikan tawes yang telah terpilih untuk dipijahkan kemudian diberok,

pemberokan dengan penempatan induk jantan dan betina secara terpisah selama 4-5 hari

2) Setelah diberok kemudian induk ikan dimasukkan ke kolam pemijahan yang

telah dipersiapkan

5) Pada sore hari kurang lebih pukul 16.00 air yang masuk ke kolam diperbesar

sehingga aliran air lebih deras.

7) Induk yang akan memijah biasanya pada siang hari sudah mulai berkejar-

kejaran di sekitar tempat pemasukan air.

1) Setelah induk ikan tawes bertelur, air yang masuk ke kolam diperkecil agar

telur-telur tidak terbawa arus, penetasan dilakukan di kolam pemijahan juga

2) Pagi hari diperiksa bila ada telur-telur yang rnenumpuk di sekitar kolam atau

bagian lahan yang dangkal disebarkan dengan mengayun-ayunkan sapu lidi di dasar kolam

3) Setelah

benih berada dikamalir/dicaren, benih ditangkap dengan menggunakan waring atau seser

4) Benih ditampung di hapa yang telah ditempatkan di saluran air mengalir

dengan aliran air tidak deras

3) Dasar kolam diolah dicangkul, kemudian dipupuk dengan Urea & SP 36 1 0

gr/m2 dan pupuk kandang 1 - 1,5 kg/m2 tergantung kesuburannya.

4) Setelah kolam dipupuk kemudian diairi setinggi 2-3 cm dan dibiarkan 2-3 hari

kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman 50 cm

5) Kemudian benih ditebar di kolam pendederan dengan padat tebar 10-20

ekor/m2

7) Selanjutnya dapat dipanen dan hasil benih dapat dijual atau ditebar lagi di

kolam pendederan II.

SUMBER

Balai Informasi Penyuluh Pertanian Magelang; Departemen Pertanian, http://www.deptan.go.id, Maret 2001

1) Balai Informasi Penyuluh Pertanian Magelang; Jln. Sendangsono, KM. 0,5

Progowati Mungkid Magelang, 56511; Tel. (0293) 789455; Fax.(0293)

2) Departemen Pertanian RI, Kantor Pusat Departemen Pertanian - Jalan

Harsono RM No. 3, Ragunan - Pasar Minggu, Jakarta 12550 - Indonesia Jakarta, Maret 2001 Disadur oleh :

Kemal Prihatman

Download Artikel PDF

Simpan untuk dibaca offline

Download
Beranda Kategori Info Berita Profil