1
PENDAHULUAN
Jahe kristal adalah produk yang hampir mirip dengan manisan kering jahe.
Perbedaannya adalah dalam proses pengolahan. Manisan kering jahe dibuat tanpa melalui proses fermentasi pikel di dalam larutan garam. Kristal jahe dibuat dari jahe yang telah diolah menjadi pikel manis.
1) Pengering. Alat ini digunakan untuk mengeringkan pikel manis jahe yang
telah ditingkatkan kadar gulanya.
3) Perendam berpengaduk. Alat ini berupa wadah yang berpengaduk atau
wadah berputar yang bersekat-sekat di dalamnya. Putaran pengaduk atau putaran wadah bersekat akan mengaduk-aduk campuran pikel jahe dan sirup sehingga proses penggulaan pikel berjalan lebih cepat dan efektif.
1) Pemisahan pikel manis jahe dari sirupnya. Pikel manis dipisahkan dari
sirupnya, kemudian ditiriskan.
2) Peningkatan konsentrasi sirup pikel. Sirup pikel yang telah dipisahkan pikel
jahenya, ditambah dengan gula halus sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk sampai bilangan Brix-nya 70%. Hasil peningkatan kadar gula ini disebut sirup jenuh.
3) Perendaman pikel jahe di dalam larutan sirup jenuh. Pikel jahe yang telah
ditiriskan direndam di dalam sirup jenuh. Setiap 1 kg pikel jenuh direndam di dalam 0,5 liter sirup jenuh. Selama perendaman dilakukan pengadukan secara pelan. Perendaman berlangsung selama 24 jam.
4) Pelapisan dengan gula pasir. Setelah perendaman tersebut, jahe ditiriskan,
kemudian ditaburi dengan gula pasir yang telah dihaluskan. Setelah itu, pikel dikeringkan dengan alat pengering pada suhu 500C selama 1 jam. Hasil yang diperoleh disebut dengan jahe kristal.
2
KONTAK HUBUNGAN
Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat, Jl. Rasuna Said, Padang Baru, Padang, Telp. 0751 40040, Fax. 0751 40040 Jakarta, Januari 2001 :
Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat, Hasbullah, Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat Editor :
Tarwiyah, Kemal