Pengolahan Limbah

Kelola Limbah Kakus2

10-15 min 09 Apr 2026

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI
PENGELOLAAN AIR LIMBAH KAKUS

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

PENDAHULUAN

Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoranmanusia.

Limbah merupakan buangan/bekas yang berbentuk cair, gas dan padat. Dalam air limbah terdapat bahan kimia sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit disentri, tipus, kolera dsb. Air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan.

Air limbah harus dikelola untuk mengurangi pencemaran. Pengelolaan air limbah dapat dilakukan dengan membuat saluran air kotor dan bak peresapan dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut ;

1) Tidak mencemari sumber air minum yang ada di daerah sekitarnya baik air

dipermukaan tanah maupun air di bawah permukaan tanah.

6) Konstruksi agar dibuat secara sederhana dengan bahan yang mudah didapat

dan murah.

7) Jarak minimal antara sumber air dengan bak resapan 10 m.

Pengelolaan yang paling sederhana ialah pengelolaan dengan menggunakan pasir dan benda-benda terapung melalui bak penangkap pasir dan saringan.

Benda yang melayang dapat dihilangkan oleh bak pengendap yang dibuat khusus untuk menghilangkan minyak dan lemak. Lumpur dari bak pengendap pertama dibuat stabil dalam bak pembusukan lumpur, di mana lumpur menjadi semakin pekat dan stabil, kemudian dikeringkan dan dibuang.

Pengelolaan sekunder dibuat untuk menghilangkan zat organik melalui oksidasi dengan menggunakan saringan khusus.

Pengelolaan secara tersier hanya untuk membersihkan saja. Cara pengelolaan yang digunakan tergantung keadaan setempat, seperti sinar matahari, suhu yang tinggi di daerah tropis yang dapat dimanfaatkan.

Berikut ini adalah pengelolaan limbah rumah tangga untuk limbah cair, padat dan gas.

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

URAIAN SINGKAT

Air kotoran manusia dibuang mengguna 2 tangki kotoran yaitu bak pengumpul dan bak resapan, tetapi pembuangan akhir ke saluran umum. Cara ini dilakukan terutama bila saluran cukup lebar dan airnya lancar.

PEMBUATAN

Bangunan tempat kakus dibuat dari batu bata, campuran semen dan pasir (A).

Kemudian dibuat bak kotoran yang kedap air (B). Juga dipasang pralon ke atas berbentuk T agar supaya udara bisa keluar tinggi pipa T antara 2 meter ke atas.

Bak penyaring yang kedap air (C) diisi kerikil sebagi penyaring. Antara bak A dan bak B ke bak C dihubungkan dengan saluran pralon. Kemudian dari bak C

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

disalurkan ke saluran umum. Untuk pembuatannya dapat dilihat pada Gambar di bawah ini Gambar 1. Pengelolaan Air Limbah Kakus

PENGGUNAAN

Untuk membuang air kotoran manusia (tinja dan air seni).

PEMELIHARAAN

Perlu dibersihkan dengan menggunakan karbol/densol dengan takaran sesuai aturan. Jangan masukkan benda-benda padat seperti : kerikil, batu, kertas, kain, plastik dsb. Karena akan menyumbat saluran air kotoran.

KEUNTUNGAN

Mudah dibuat, sederhana, bahan-bahnya mudah didapatkan dan murah. Selain disekitarnya.

KERUGIAN

Bila saluran umum kurang lancar akan mengakibatkan pencemaran lingkungan.

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

Catatan lain-lain :

Sebaiknya diusahakan kakus supaya tetap bersih dan berbau harum

10. DAFTAR PUSTAKA

Pengelolaan Aair Limbah Kakus. Jakarta : Direktorat Perummahan, Ditjen Cipte Karya-Departemen Pekerjaan Umum.

1) Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan – LIPI; Jl. Cisitu

Sangkuriang No. 1 – Bandung 40134 - INDONESIA; Tel.+62 22 250 3052,

2) Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI; Sasana Widya

Sarwono, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12710, INDONESIA.

: Buku Panduan Air dan Sanitasi, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, Jakarta, 1991.

Disadur oleh : Esti, Haryanto Sahar

Download Artikel PDF

Simpan untuk dibaca offline

Download
Beranda Kategori Info Berita Profil