Pengolahan

Gaplek Ubi Kayu

10-15 min 09 Apr 2026

GAPLEK
1.
PENDAHULUAN
Serealia dan umbi

PENDAHULUAN

Serealia dan umbi-umbian banyak tumbuh di Indonesia. Produksi serealia terutama beras sebagai bahan pangan poko dan umbi-umbian cukup tinggi.

Begitu pula dengan bertambahnya penduduk, kebutuhan akan serealia dan kadar karbohidrat tinggi seperti halnya serealia dan umbi-umbian pada umumnya tahan terhadap suhu tinggi. Serealia dan umbi-umbian sering dihidangkan dalam bentuk segar, rebusan atau kukusan, hal ini tergantung dari selera.

Usaha penganekaragaman pangan sangat penting artinya sebagai usaha untuk mengatasi masalah ketergantungan pada satu bahan pangan pokok saja.

Misalnya dengan mengolah serealia dan umbi-umbian menjadi berbagai bentuk awetan yang mempunyai rasa khas dan tahan lama disimpan. Bentuk olahan tersebut berupa tepung, gaplek, tapai, keripik dan lainya. Hal ini sesuai dengan program pemerintah khususnya dalam mengatasi masalah kebutuhan bahan pangan, terutama non-beras.

Tabel 1. Komposisi Ubi Kayu (per 100 gram bahan)

KADAR kalori

146,00 kal

Air

62,50 gram

Phosphor

40,00 mg

Karbohidrat

34,00 gram

Kalsium

33,00 mg

Vitamin C

30,00 mg

Protein

1,20 gram

Besi

0,70 mg

Lemak

0,30 gram

Vitamin B1

0,06 mg

Berat dapat dimakan

75,00

Ubi kayu dalam keadaan segar tidak tahan lama. Untuk pemasaran yang memerlukan waktu lama, ubi kayu harus diolah dulu menjadi bentuk lain yang lebih awet, seperti gaplek, tapioka (tepung singkong), tapai, peuyeum, keripik singkong dan lain-lain.

Lanjutan

Pembuatan gablek merupakan proses yang sederhana, meliputi : pencucian, pengupasan, dan pengeringan.

BAHAN

Ubi kayu yang baik (masih segar)

3) Jemur ubi jalar yang telah bersih di bawah sinar matahari selama 1~2 hari.

Setelah itu tutup dengan tikar bersih selama 1 hari. Diharapkan jamur dapat memperkecil tingkat keracunannya;

4) Jemur lagi sampai kering, setelah kering disebut gaplek, lalu masukkan ke

dalam karung;

PENGGUNAAN

Gaplek dapat dimasak (dikukus) dengan diberi gula merah dan kelapa parut.

Catatan:

1) Syarat-syarat gaplek yang baik adalah sebagai berikut :

a. Dapat dibentuk gelondongan atau belahan memanjang (± 3 cm), tepung, atau pellet (panjang (± 2 cm dan diameter max. 1 cm); b. Dalam keadaan kering, berwarna putih, tidak berjamur, dan tidak ada kulit yang tertinggal;

2) Pengemasan harus menggunakan karung goni yang baik, bersih dan jahitannya kuat.

DAFTAR PUSTAKA

Tri Radiyati dan A.W, Agusto, Pendayagunaan ubi kayu. Subang : BPTTG

KONTAK HUBUNGAN

Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan, PDII, LIPI, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12910.

:

Tri Margono, Detty Suryati, Sri Hartinah, Buku Panduan Teknologi Pangan, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, 1993.

Editor :

Esti, Kemal Prihatman

Download Artikel PDF

Simpan untuk dibaca offline

Download
Beranda Kategori Info Berita Profil