Pengairan

Bak Tampung Air Bambu Semen 2500L

10-15 min 09 Apr 2026

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI
BAK PENAMPUNGAN AIR BAMBU

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

PENDAHULUAN

Untuk daerah tropis seperti Indonesia, sebuah keluarga akan membutuhan puluhan liter air bersih per hari untuk minum, membasuh mulut, mencuci, dan memasak, dan kebutuhan yang lain. Dalam sebulan akan dibutuhkan beribu- ribu liter air bersih untuk keperluan lain seperti mandi, mencuci pakaian dan perabotan rumah tangga.

Untuk daerah pedesaan yang kering di musim kemarau pada waktu hujan hanya sedikit dan persediaan air dalam tanah menurun, akan sulit sekali untuk mendapatkan air yang bersih. Pada musin kemarau sumur menjadi kering, aliran sungai besar berubah menjadi kecil dengan air yang keruh, mengakibatkan timbulnya penyakit yang menuntut banyak korban. Di samping itu pada musim kemarau banyak waktu dan tenaga terbuang untuk mengambil Masalah kebutuhan air bersih dapat ditanggulangi dengan memanfaatkan lain untuk memperoleh air. Cara yang cukup mudah ini kebanyakan masih diabaikan karena atap rumah yang terbuat dari daun rumbia atau alang-alang tidak memungkinkannya. Namun pada rumah yang beratap genteng atau seng bergelombang, hal ini dengan mudah dapat dilakukan dengan memasang talang air sepanjang sisi atap dan mengalirkan air hujan itu ke dalam tempat penyimpanan.

Ada 7 cara penyimpanan air yang biasa digunakan atau dipakai di daerah pedesaan di Indonesia. Ke-7 cara tersebut yaitu :

7) Bak penampungan sumber air/mata air

Umumnya penyimpanan air yang digunakan adalah bak penampung yang dibuat dari drum, genteng dan bambu semen. Bahan ini digunakan karena :

relatif murah, tahan lama, konstruksi kuat, mudah dibuat, bahan baku mudah didapat dan air yang ditampung tidak mudah tercemar.

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

URAIAN SINGKAT

Bambu selain dipakai untuk bahan bangunan dapat juga dipakai sebagai bak penampung air dengan istilah Bambu Semen. Konstruksi tulangnya dibuat dari bambu serta dilapisi oleh adukan mortar semen dan pasir.

1) Kerangka

Sebelum mulai dengan pemasangan kerangka tulangan, potongan bambu dibelah menjadi bagian-bagian selebar 1-1,5 cm dan dibuat anyaman berlubang mata jala 3,5 – 4 cm.

Pembuatan kerangka dibedakan atas 3 bagian :

a. Tulangan dinding :

- tulangan tegak - tulangan mendatar b. Tulangan dasar :

- tulangan membujur - tulangan melintang c. Tulangan tutup :

Sama dengan tulangan dasar ukuran dari masing-masing tulangan seperti terlihat pada Gambar 1, 2, 3, dan 4.

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

Gambar 1. Rangka Anyaman Tangki Bambu Semen Kapasitas 2.500 liter Gambar 2. Rangka Pondasi Anyaman Bambu Kapasitas 2.500 liter

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

Gambar 3. Rangka tutup tangki bambu semen kapasitas 2.500 dan 10.000 liter

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

Gambar 4. Potongan Tangki Bambu Semen Kapasitas 2.500 liter

2) Perakitan

Untuk membuat kerangka dengan bentuk silindris yang bagus, buat dulu garisan berbentuk lingkaran di tanah. Kemudian letakkan kerangka dasar di atas lingkaran tadi. Kerangka dinding ditumpangkan di atas kerangka dasar dengan membentuk lingkaran seperti yang terlihat pada Gambar 5.

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

Gambar 5. Perakitan Kerangka Silindris

3) Plasteran

a. Sebelum plasteran dimulai, buat pondasi dengan ukuran seperti Gambar 6 dan 7.

Gambar 6. Pondasi tangki bambu semen kapasitas 2.500 Liter

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

Gambar 7. Plesteran Pondasi b. Kerangka yang sudah jadi diselimuti dengan anyaman bambu (gedeg) sebelah luarnya diberi penguat dengan beberapa bilah papan (Gambar

8).

Gambar 8. Kerangka Anyaman Bambu c. Kerangka yang terbungkus rapi diletakkan di atas plasteran dasar tangki (Gambar 9). Kemudian plesteran pertama dilakukan dari sebelah dalam kerangka setelah ditunggu selama 2 jam supaya agak kerinng, barulah

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

bungkus gedeg dibuka dibiarkan terbuka selama 1 jam, baru pekerjaan plaster dinding bagian luar bisa dimulai (Gambar 10 dan 11).

Gambar 9. Kerangka di atas Plesteran Gambar 10. Plesteran Dinding Luar

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

Gambar 11. Plesteran Dinding Luar

PENGGUNAAN

Pengambilan air dilakukan melalui kran.

1) Talang harus selalu bersih dari sampah dan kotoran tikus atau burung, tidak

bocor, serta berfungsi baik untuk mengalirkan air ke bak penampungan air hujan.

3) Periksalah keadaan dinding dan pondasi bak, apakah terdapat kebocoran

yang dapat menyebabkan air merembes ke luar. Amati apakah terdapat jentik nyamuk di dalam bak. Jika ada jentik nyamuk, bak dikuras (upayakan pengurasan pada musim hujan) dan tutup lobang tempat masuknya nyamuk.

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

4) Pada dasar bak harus ada air yang tertinggal, agar bak tidak pecah atau

retak.

5) Saluran pembuangan air limbah berfungsi baik, tidak terdapat genangan air

yang dapat menjadi sarang nyamuk.

1) Perbaiki segera dinding lantai yang retak atau bocor dengan campuran

semen dan pasir 1:2. Selama perbaikan usahakan agar dinding bak tetap dalam keadaan basah dengan memercikkan air pada dinding agar bak tidak retak atau pecah.

4) Buatkan saluran baru atau perbaiki saluran lama, jika saluran pembuangan

air limbah tidak berfungsi dengan baik.

1) Rolloos, Hans. Tangki air hujan bambu semen. Bandung : Institut Teknologi

Bandung.

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

1) Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan – LIPI; Jl. Cisitu

Sangkuriang No. 1 – Bandung 40134 - INDONESIA; Tel.+62 22 250 3052,

2) Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI; Sasana Widya

Sarwono, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12710, INDONESIA.

: Buku Panduan Air dan Sanitasi, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, Jakarta, 1991.

Disadur oleh : Esti, Haryanto Sahar

Download Artikel PDF

Simpan untuk dibaca offline

Download
Beranda Kategori Info Berita Profil