ABON DAGING CAMPUR KELUWIH
Abon adalah sejenis makanan kering berbentuk serpihan, dibuat dari daging yang diberi bumbu kemudian digoreng. Pembuatan abon keluwih sangat membutuhkan keterampilan tangan, terutama dalam hal meremah keluwih yang berbentuk seperti nangka sampai halus menjadi abon. Secara keseluruhan pembuatannya cukup sederhana sehingga memungkinkan setiap orang dapat melakukannya.
6. Bawang putih
½ ons
7. Asam jawa
secukupnya
8. Lengkuas
secukupnya
9. Serai
secukupnya
12. Bawang goreng
secukupnya
15. Daun pepaya atau parutan nenas
secukupnya
10)
Baskom plastik
1) Pilih daging yang lunak dan tidak banyak mengandung lemak serta serat.
Daging bagian punuk, dan paha sangat cocok sebagai bahan pembuatan abon; Gambar 1. Daging Bagian Punuk
2) Cuci bersih dan bungkus dengan daun pepaya sampai seluruh permukaan
daging tertutup. Diamkan selama kurang lebih 1 jam sampai daging menjadi lebih lunak. Setelah itu bungkus dibuka. Dapat juga dilakukan dengan jalan melumuri dengan parutan nenas, dan diamkan selama sekitar 1 jam, kemudian cuci;
5) Angkat daging dan keluwih, tiriskan kemudian remah-remah sampai
membentuk hancuran yang berserat-serat;
7) Haluskan garam, asam, gula merah, ketumbar, bawang merah, bawang putih
kemudian tumis;
8) Rebus remahan daging, keluwih, santan, dan bumbu bersama-sama sampai
santannya habis menguap, kemudian tiriskan;
9) Goreng dengan minyak panas sambil terus diaduk sampai daging berwarna
coklat, kemudian tiriskan;
11) Pisahkan abon daging campur keluwih yang telah terbentuk dengan garpu.
Setelah itu tambahkan bawang goreng secukupnya, dan aduk sampai rata;
1) Abon yang dikemas plastik dan disimpan dalam ruangan yang terlindung dari
sinar matahari akan tahan beberapa bulan tanpa mengalami kerusakan yang berarti.
2) Abon campur keluwih memiliki rasa enak walaupun pada proses
pembuatannya tidak menggunakan bahan pengawet.
3) Abon campur keluwih dapat meningkatkan nilai ekonomi keluwih walaupun
menurunkan harga jual abon.
2) Penggunaan daging yang liat, banyak lemak, dan berserat akan
menghasilkan abon yang tidak memenuhi standar yang telah ditentukan.
Catatan:
NILAI
Lemak maksimum yang diperbolehkan
30 %
Gula maksimum yang diperbolehkan
30 %
Protein yang terkandung
20 %
Air maksimum yang diperbolehkan
10 %
Abu maksimum yang diperbolehkan
9 %
Aroma, warna dan rasa khas Logam berbahaya (Cu, Pb, Mg, Zn dan As) negatif Jumlah Bakteri maksimum yang diperbolehkan
3.000/gram
Bakteri bentuk koli negatif Jamur negatif
KONTAK HUBUNGAN
Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan, PDII, LIPI, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12910.
:
Tri Margono, Detty Suryati, Sri Hartinah, Buku Panduan Teknologi Pangan, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, 1993.
Editor :
Esti, Agus Sediadi