Pendahuluan
Untuk daerah tropis seperti Indonesia, sebuah keluarga akan membutuhan puluhan liter air bersih per hari untuk minum, membasuh mulut, mencuci, dan memasak, dan kebutuhan yang lain. Dalam sebulan akan dibutuhkan beribu- ribu liter air bersih untuk keperluan lain seperti mandi, mencuci pakaian dan perabotan rumah tangga.
Ada 7 cara penyimpanan air yang biasa digunakan atau dipakai di daerah pedesaan di Indonesia. Ke-7 cara tersebut yaitu :
Gentong penampungan air cara cetakan (Kapasitas 250 liter) Drum air cara kerangka kawat (Kapasitas 300 liter) Bak penampungan air bambu semen (Kapasitas 2.500 liter) Bak penampungan air bambu semen (Kapasitas 10.000 liter) Instalasi air bersih pipa bambu metode tradisional Instalasi air bersih pipa bambu sistem pengaliran tertutup Umumnya penyimpanan air yang digunakan adalah bak penampung yang dibuat dari drum, genteng dan bambu semen. Bahan ini digunakan karena : relatif murah, tahan lama, konstruksi kuat, mudah dibuat, bahan baku mudah didapat dan air yang ditampung tidak mudah tercemar.
URAIAN SINGKAT Air bersih yang mengalir melalui pipa dengan pengaliran penuh, tekanan tidak sama untuk seluruh bagian pipa. Seangkan tekanan yang diinginkan adalah 3 atmosfir (3kg/cm2)
BAHAN DAN PERALATAN Bambu 6 meter Ijuk/sabut kelapa Tali Aspal cair/ter Pipa besi 2 inci Plat baja 30 cm Pisau Palu Pengelas
PEMBUATAN Penghilangan sekat, dengan 2 cara :
Menggunakan pipa besi 1 inci sepanjang 4 meter yang ditajamkan ujungnya. Bambu sepanjang 6 m diikat pada dua buah tiang yang ditancapkan dengan kuat pada permukaan tanah. Kemudian pipa besi tersebut ditancapkan pada sekat ruas bambu dengan memukul ujung yang lain. Setelah seluruh sekat terlubangim, lubang diperbesar menggunakan pipa besi yang diameternya sesuai dengan diameter lubang bambu (Gambar 1). Menggunakan plat baja yang ujungnya dipotong berbentuk V dan bagian tepinya ditajamkan dengan baja bulat seperti tongkat dengan panjang maksimum 30 cm, penyambungannya dengan las (Gambar 2). Untuk menggunakan alat bor, mata bor disambung sepotong pipa baja/besi diameter 1 inci dengan penyambungan sistem pen. Setiap jarak 40 cm dari pipa besi tersebut diberi lubang-lubang untuk memasukkan sepotong besi sebagai lengan pemutar bor tersebut (Gambar 3).
Gambar 1. Penghilangan sekat bambu Gambar 2. Bentuk bor Gambar 3. Penghilangan sekat bambu dengan bor Pekerjaan pengeboran dilakukan 2 orang, sementara bambu yang sedang di bor ditekan pada dua kedudukan (Gambar 4) Gambar 4. Dudukan bambu Penyambungan Pipa Bambu Penyambungan dengan memakai shock (penyambung) dari bambu yang diameternya lebih besar. Caranya: Celah-celah pipa bambu ditutup ijuk/serabut yang telah diberi ter atau aspal. Penyumpalannya dibantu plat besi berbentuk sendok, ditekankan ke celah-celah bambu yang berisi sabut. Apabila penyumpalan dengan sabut tidak padat, bagian luar dibalut tali ijuk yang telah diberi aspal atau ter untuk menjaga kemungkinan bocor, dan memperkuat sambungan (Gambar 5).
Gambar 5. Penyambungan pipa bambu
PENGGUNAAN
KEUNTUNGAN Pipa dapat dipendam di dalam tanah Pemasangan bisa mengikuti bentuk permukaan tanah Air yang mengalir terlindung dalam pipa, sehingga tidak mudah tercemar dan dicuri. Terhindar dari kerusakan
KERUGIAN Memerlukan perencanaan dengan perhitungan yang lebih cermat, karena untuk mendapatkan bambu dengan diameter dan ketebalan yang sama agak sulit, juga kekuatannya tidak sama di setiap bagian.
Partono, Teknologi tepat guna dengan menggunakan bahan dasar bambu. TEKNA 1 (2) September 1988.